Merevisi Laporan Hasil Observasi
A. Merevisi Isi Teks Laporan Hasil Observasi
Melengkapi Isi Teks Laporan Hasil Observasi
Sebuah teks laporan hasil observasi harus
memiliki minimal terdiri atas pernyataan umum (tentang hal atau
objek yang dilaporkan), deskripsi bagian-bagian dari objek
yang dilaporkan, dan penjelasan atau deskripsi manfaat
dari objek tersebut. Ketika
membaca sebuah teks laporan hasil observasi, kamu mungkin saja
menemukan bagian-bagian informasi yang tidak lengkap.
Kamu dapat mengetahuinya dengan cara menganalisis
struktur teksnya.
Perhatikan
contoh berikut ini.
Ada Apa di D’topeng Museum Angkut
D’topeng adalah salah satu tempat wisata yang terletak di Kota Batu, Jawa Timur. Keberadaan D’topeng tidak dapat
dipisahkan dengan Museum Angkut karena kedua tempat ini berada di satu tempat
yang sama. Tempat wisata ini seringkali disebut pula sebagai museum topeng
karena memang berisi topeng dengan berbagai
model dan bentuk.
Benda terakhir yang mengisi museum ini adalah barang kuno yang sampai saat ini masih dianggap bernilai seni tinggi atau biasa kita sebut barang antik. Barang-barang antik seperti guci tua, kursi antik, bantal arwah, mata uang zaman kerajaan-kerajaan, dan benda-benda lain dapat dijumpai di dalam museum D’topeng. Barang-barang tersebut dapat pula digolongkan menjadi dua jenis berdasarkan bahan pembuatannya, yaitu keramik dan logam. Barang antik berbahan dasar keramik di museum ini adalah guci-guci tua peninggalan salah satu dinasti di Tiongkok dan bantal yang digunakan untuk bangsawan Dinasti Yuan (Tiongkok) yang sudah meninggal. Sementara itu, barang antik yang berbahan dasar logam adalah jinggaran coin (Kerajaan Gowa), mata uang Kerajaan Majapahit, koin VOC, dan kursi antik asal Jawa Tengah.
Tanpa melihat
kembali teks lengkapnya di atas, kamu pasti dapat menemukan bahwa teks laporan hasil observasi di atas tidak dilengkapi dengan (a) pengklasifikasian/pengelompokan objek
yang diobservasi dan
![]()
![]()
![]()
(b)
deskripsi manfaat. Sekarang, bandingkanlah dengan teks D’topeng Museum Angkut di atas.
Selanjutnya,
untuk menguji pemahamanmu, bacalah teks laporan hasil observasi berjudul Mengenal
Suku Badui.
Mengenal Suku Badui
Orang
Kanekes atau orang Baduy/Badui adalah suatu kelompok masyarakat adat sub-etnis Sunda di wilayah Kabupaten Lebak, Banten. Masyarakat
Suku Badui di Banten termasuk
salah satu suku yang menerapkan isolasi dari dunia luar. Itulah salah satu keunikan
Suku Badui sehingga wajar mereka sangat menjaga betul
‘pikukuh’ atau ajaran mereka, entah berupa kepercayaan dan kebudayaan.
Badui Dalam belum mengenal budaya luar dan terletak di hutan pedalaman.
Karena belum mengenal kebudayaan luar, suku Badui Dalam masih memiliki budaya yang sangat asli. Mereka dikenal sangat taat
mempertahankan adat istiadat dan warisan nenek moyangnya. Mereka memakai pakaian yang berwarna putih dengan ikat kepala putih serta membawa golok. Pakaian suku Badui Dalam pun tidak berkancing atau kerah. Uniknya, semua yang dipakai suku Badui Dalam adalah hasil produksi mereka sendiri. Biasanya para perempuan yang bertugas membuatnya.
Mereka dilarang memakai pakaian modern. Selain itu, setiap kali bepergian, mereka tidak memakai kendaraan bahkan tidak memakai alas kaki dan terdiri atas kelompok kecil
berjumlah 3-5 orang. Mereka dilarang menggunakan
perangkat teknologi, seperti HP dan TV.
Suku ini memiliki kepercayaan yang dikenal Sunda Wiwitan (Sunda: berasal dari
suku sunda, wiwitan: asli). Kepercayaan ini memuja arwah nenek moyang (animisme)
yang pada selanjutnya kepercayaan mereka mendapat pengaruh
dari Buddha dan Hindu. Kepercayaan suku ini merupakan refleksi kepercayaan
masyarakat Sunda sebelum masuk agama Islam.
Hingga saat ini, suku Badui Dalam tidak mengenal budaya baca tulis. Yang mereka tahu, ialah aksara Hanacaraka
(aksara Sunda). Anak-anak
suku Badui Dalam pun tidak
bersekolah, kegiatannya hanya sekitar sawah dan kebun. Menurut
mereka, inilah cara mereka melestarikan adat leluhurnya. Meskipun
sejak pemerintahan Soeharto sampai
sekarang sudah diadakan upaya untuk
membujuk mereka agar
mengizinkan pembangunan sekolah, tetapi
mereka selalu menolak. Dengan demikian, banyak cerita atau sejarah mereka hanya ada di ingatan
atau cerita lisan saja.
BaduiLuarmerupakanorang-orangyangtelahkeluardariadatdanwilayahBadui
Dalam. Ada beberapa hal yang menyebabkan dikeluarkanya warga Badui Dalam ke Badui Luar. Pada dasarnya, peraturan yang ada di Badui Luar dan Badui Ddalam itu hampir sama, tetapi Badui Luar lebih mengenal teknologi dibanding Badui Dalam.
Sumber: http://faidatulhikmah.blogspot.com dengan penyesuaian
Membenahi Kesalahan Isi Laporan Hasil Observasi
|
Bagian Teks |
Analisi Isi |
|
(1) Wayang adalah
seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya
asli Indonesia. UNESCO, lembaga yang membawahi kebudayaan dari PBB, pada 7 November 2003 menetapkan wayang sebagai pertunjukan bayangan boneka tersohor dari Indonesia,
sebuah warisan mahakarya dunia yang tidak ternilai
dalam seni bertutur
(Masterpiece of Oral and Intangible Heritage of Humanity). (2) Para wali
songo, penyebar agama Islam di Jawa sudah membagi wayang menjadi
tiga. (3) Wayang
kulit di Timur, wayang wong atau wayang orang di
Jawa |
Pernyataan umum berisi definisi umum tentang objek yang diobservasi yaitu wayang. Klasifikasi berdasarkan kriteria tertentu. Perhatikan urutan-urutan
klasifikasinya yaitu wayang kulit,
wayang wong, dan wayang golek. Urutan tersebut juga menjadi dasar sistematika penulisan
deskripsi tiap bagian. |
|
Tengah, dan wayang golek
atau wayang boneka di Jawa Barat. (4) Penjenisan tersebut disesuaikan
dengan penggunaan bahan wayang. (5) Wayang kulit dibuat dari kulit hewan ternak, bisa berupa kerbau, sapi, atau kambing. (6) Wayang wong berarti wayang yang ditampilkan atau diperankan oleh orang. (7) Wayang golek adalah
wayang yang menggunakan boneka kayu sebagai pemeran tokoh. (8) Selanjutnya, untuk mempertahankan budaya wayang agar tetap dicintai, seniman mengembangkan wayang dengan bahan-bahan
lain, antara lain wayang suket dan wayang motekar. |
|
Pada contoh di atas
kamu dapat menemukan dengan jelas bahwa pada
bagian pernyataan umum terdapat dua hal yaitu (a) definisi tentang wayang dan
(b) pengelompokan wayang berdasarkan bahan wayang.
Selanjutnya,
perhatikan contoh bagian pernyataan umum dan pengklasifikasian berikut ini!
Kutipan 1
Paus adalah satu dari sekian banyak mamalia air yang istimewa. Mamalia laut, bertubuh besar, cerdas dan hidup bebas di samudera. Cara bernapasnya juga istimewa. Kalau makhluk laut lain bernapas dengan insang, maka paus menggunakan paru-parunya. Berdasarkan ada/tidak adanya giginya, paus terbagi menjadi dua kategori, yaitu paus bergigi dan baleen atau balin atau paus yang tidak bergigi
Dikutip dari http://www.ngasih.com/2015/05/31/jenis-jenis-ikan-paus-di-dunia/#ixzz3tzSzk3dt
dengan penyesuaian.
Kutipan 2
Sungai adalah aliran air yang besar dan memanjang yang mengalir
secara terus-menerus dari hulu (sumber) menuju
hilir (muara). Sungai konsekuen
adalah sungai yang arah
alirannya sesuai dengan kemiringan
batuan. Sungai subsekuen adalah sungai yang arah aliran airnya tegak lurus dengan sungai
konsekuen. Sungai obsekuen merupakan anak sungai subsekuen yang arah alirannya berlawanan dengan kemiringan batuan. Sungai resekuen merupakan anak sungai subsekuen yang arah alirannya searah dengan kemiringan batuan. Sungai insekuen merupakan sungai yang arah alirannya teratur dan tidak terikat lapisan batuan yang dilaluinya.
Dikutip dari http://www.id.wikipedia.org/wiki/sungai dengan penyesuaian
Di antara dua
kutipan teks tersebut, manakah bagian pernyataan umum dan pengklasifikasian
yang lengkap? Jelaskan alasanmu!
Pernyataan
umum biasanya disajikan dalam kalimat definisi. Kalimat definisi seringkali mengggunakan konjungsi adalah, ialah, yakni, merupakan, dan yaitu.
Perhatikan
contoh-contoh kalimat definisi berikut ini.
1)
Paus
adalah satu dari sekian banyak mamalia air yang istimewa.
2)
Wayang
adalah seni pertunjukan yang telah ditetapkan sebagai warisan budaya
asli
Indonesia.
Sekarang,
belajarlah membuat kalimat definisi. Jelaskan bagaimana cara menguji ketepatan sebuah kalimat definisi.
Selanjutnya,
pelajarilah bagaimana cara membuat pengklasifikasian yang baik.
Pengklasifikasian sebuah objek yang baik harus menyebutkan dasar pengklasifikasian dan
jumlah keanggotaannya. Pada kutipan satu di atas pengklasifikasian ikan paus dapat
dilihat dalam kalimat berikut.
Berdasarkan ada/tidak adanya giginya,
paus terbagi menjadi dua kategori, yaitu
paus bergigi dan baleen atau balin
atau paus yang tidak bergigi.Dalam
kalimat di atas,
pengklasifikasian
paus disajikan dengan mencantumkan tiga hal yaitu (a) objek yang dilaporkan,
yaitu paus (b) dasar pengelompokan, dan (c) jumlah anggota objek. Bandingkan kutipan 1 dan 2 dengan
dua kutipan berikut ini
Deskripsi Bagian
Deskripsi
bagian yang baik disajikan mengikuti urutan
dalam pengklasifikasian.
Perhatikan paragraf-paragraf yang merupakan deskripsi bagian secara berurutan membahas wayang kulit, wayang wong, wayang golek, wayang suket,
dan wayang motekar.
Apabila
pada bagian pernyataan umum terdapat kalimat definisi dan kalimat
pengklasifikasian, dalam bagian deskripsi bagian kamu akan menemukan kalimat deskripsi.
Perhatikan contoh kalimat deskripsi berikut ini.
1) Wayang ini terbuat dari kulit kerbau yang ditatah, dan diberi warna sesuai kaidah pulasan wayang pendalangan, diberi tangkai dari bahan tanduk kerbau bule yang diolah sedemikian rupa dengan nama cempurit yang terdiri atas tuding dan gapit.
2)
Wayang topeng dimainkan
oleh orang yang menggunakan topeng.
3)
Wayang tersebut dimainkan dengan iringan gamelan dan tari-tarian.
Deskripsi Manfaat
Teks laporan hasil observasi biasanya diakhiri dengan deskripsi manfaat. Manfaat objek yang diobservasi tersebut dapat dilihat dari berbagai sudut pandang.
Pada teks Wayang,
deskripsi manfaat dinyatakan pada
paragraf terakhir sebagai berikut.
|
Bagian Teks |
Analisi Isi |
|
Semua jenis
wayang di atas merupakan wujud |
Deskripsi
manfaat, |
|
ekspresi
kebudayaan yang dapat dimanfaatkan |
berisi
manfaat |
|
dalam
berbagai kehidupan antara lain sebagai |
objek yang |
|
media
pendidikan, media informasi, dan media hiburan.
Wayang bermanfaat sebagai media |
diobservasi. |
|
pendidikan
karena isinya banyak memberikan |
|
|
ajaran-ajaran
kehidupan kepada manusia. Pada |
|
|
era modern
ini, wayang juga banyak digunakan |
|
|
sebagai
media informasi. Ini antara lain dapat |
|
|
kita lihat
dari pagelaran wayang yang disisipi |
|
|
informasi tentang program pembangunan seperti |
|
|
keluarga
berencana (KB), pemilihan umum, dan |
|
|
sebagainya.
Yang terakhir, meski semakin jarang, |
|
|
wayang
masih tetap menjadi media hiburan. |
|
Komentar
Posting Komentar